Goresan Harianku

Goresan Harianku
Pagi itu aku bersiap untuk pergi ke Bandung. Ke kawah cibuni atau orang bilang kawah rengganis. dekat Situpatenggang. aku bersiap segala sesuatunya dan aku memasukan beberapa tas bekal ke dalam mobil. ini adalah weekend keluargaku. aku pergi bersama kedua orang tuaku kakak dan adikku dan juga keponakan-keponakanku.

mobil carry hijau mulai berjalan. bismillah. semoga selamat hingga kembali lagi ke rumah. mobil kami melewati liuk-liuk jalan kampungku dan akhirnya keluar ke pemunggang sawah. air hujan mengguyur desa kami beberapa hari yang lalu. hingga sawah yang sudah gundul itu berair. aku yakin kodok-kodok di sawah sedang berpesta pora dan menyiapkan generasi baru. ikan-ikan pun mulai banyak kembali. entah dari mana datangnya. suasana desa yang indah. dan hari terlihat cerah. adikku ribut mencari payung sebelum berangkat. dan aku berpikir hari ini cerah. tak usah khawatir. dan ternyata benar, angin dan awan tersenyum dengan wajah putihnya.
mobil melewati jalan pulo bambu tua dan belok ke kiri. ke arah Pulo Bambu. kami akan menjemput kakak di pulo pisang. keponakanku sudah ngambek dan uring-uringan karena jemputan belum tiba. aku tersenyum melihat bertapa antusiasnya anak 5 tahun itu. bahkan kata ayahnya dari tadi malam keponakanku sudah tidak sabar ingin jalan-jalan dan menginap di puncak gunung-bandung.
setelah muatan mobil sudah terisi oleh jamaah bandung ini, ayahku yang menyetir lalu menjalankan mobil dengan tenang. sampai ke POM bensin sukamantri kami mengisi bensin dulu. setelah itu kembali tancap gas mengambil jalur pantura ke Tol Karawang. masuk tol jalan cukup lancar. kami semua menikmati pemandangan dikiri kanan jalan tol itu. hampir 2 jam di mobil kami mulai melihat gunung-gunung di kiri kanan jalan. aaah, akhirnya semakin dekat. gunung-gunung di Indonesia memang indah. ada berbagai macam bentuk dan ukuran. ada yang gersang ada yang rindang. ooh indahnya negeriku. aku sampai berpikir, betapa berjasanya pahlawan kita dulu memperebutkan negeri ini dengan tumpah darah dan air mata. betapa tidak, negeri ini begitu indah dan kaya. sangat mahal untuk dijajah. dibeli pun tidak akan jual. karena negeri ini adalah tempat kelahiranku.

setelah bayar tol di gerbang til Kopo kami mulai memasuki pasar Kopo, aku nyengir, pikirku, Kopo itu bapaknya Keppo dan kakaknya Koplak,,, hehehehe. hari cukup panas. aku melihat baso sebesar kepala bayi. dan keluargakupun ingin membeli. akhirnya aku disuruh membeli di seberang jalan. aku berjalan dengan tenang dan menyebrang dengan hati-hati. setelah ku pesan 2 baso super dibungkus. aku cukup kaget karena harganya agak-agak sinting, 2 baso 50.000, mahalnya. tapi memang besar banget sih.. aku kembali ke mobil dan kembali berjalan dan memasuki jalan yang turun naik. ah akhirnya bandung sudah di depan mata. mobil terus melaju melewati jalan pegunungan, rumah-rumah penduduk begitu bervariasi, dan banyak di tanam pohn strawberry. keindahan bandung semakin jelas ketika kami memandang keindahan gunung dan kebun tehnya. seakan memandang zamrud hijau yang gemerlapan. sekali lagi, alangkah indahnya negeriku, ini semua adalah anugerah yang sangat mahal dari Tuhanku.
di kebun teh yang indah dekat lokasi tujuan kami mobil kami berhenti untuk istirahat. kami makan siang di kebun teh yang sejuk. pemandanganan membuat hati lapang. usai makan kami shalat zhuhur dan kembali menaiki mobil dan sampailah ke gunung yang kami tuju. mobil di parkir di rumah penduduk, karena memang tidak ada tempat parkir yang luas seperti tempat wisata yang lain. kawah rengganis adalah termasuk pemandian air panas yang masih alami. belum banyak orang yang tahu. dan memang dibiarkan agar tidak dijadikan tempat wisata. untuk ke kawah itu kami harus mendaki gunung dulu sekitar 1 km, jalan selebar 2 m kami jejaki perlahan-lahan. ibuku letih, aku pun sama. nafasku tersengal-sengal seperti habis lari maraton. setelah berjalan perlahan. akhirnya sampai lah kami ke tempat tujuan. kami bertamu di rumah penduduk yang sudah bapakku kenal. di rumah kang Asep. seorang bapak beranak dua yang sudah lama tinggal di situ. di kawasan kawah rengganis hanya ada sekitar sepuluh rumah saja. alamnya masih asri.

setelah rehat dan ngopi, keluargaku mulai mandi di pancuran air panas dan berendam di kolam panas. aku dapat tugas menjaga tas-tas bawaan. setelah mereka usai, aku menyusul mandi di air panas itu. setelah itu kami mengeringkan badan dan sore pun tiba. kami bersiap untuk menempati gubuk di dekat kawah. kami akan tidur di situ di dekat batu besar yang ada satu pohon yang tumbuh di situ.

bebatuan di kawah rengganis ada beberapa titik yang mengeluarkan air panas belerang dan asap yang sangat banyak. di sini juga ada air terjuan yang dinginnya seperti air kulkas. dan alam di situ begitu indah. luar biasa ciptaan-Nya.
malam tiba, udara mulai mendingin. kami solat subuh di gubuk dan setelah itu duduk-duduk di dekat batu besar. ada keanehan yang saya lihat. batu-batu di sana banyak yang berbentuk seperti tempat duduk. kata bapakku di sini adalah tempat wali songo dulu bermusyawarah. makanya tempat ini tak dijadikan wisata. banyak orang yang berziarah ke sini. dan ada rumor bahwa Pohon yang tumbuh di atas batu itu adalah perbatasan antara kerajaan Cirebon dan daerah kekuasaan pantai selatan.
semakin malam semakin dingin kurasakan di kawah rengganis itu. walau batu yang kami duduki panas menyengat tapi hawa dingin dari atas sangat membuat kami mengigil. bintang-bintang dilangit gemerlapan. terlihat begitu jelas. sungguh kami menyatu dengan alam. aku terpikir bagaimana dulu waktu jenderal besar Sudirman bergerilya melawan penjajah beliau pernah kedinginan dan menolak untuk mengungsi ke rumah warga. aku pun bertahan. semua keluargaku masuk gubuk, hanya aku dan adikku yang masih di luar. aku pun tak tahan dan ikut masuk ke gubuk bersama adikku.

malam yang dingin hingga tidur pun tak pulas. terkadang aku bangun dan menyangka kakiku telah beku. sungguh luar biasa dinginnya. seperti di eropa, kalau bicara saja dari mulut keluar asap.
bangun pagi kami mandi di pancuran air panas dan berendam. setelah itu makan siang dan kembali mandi ke curug yang ada di jalan buntu lembah gunung itu. kami mandi di sana hanya sebentar. karena airnya sangat dingin. setelah itu kami siap-siap pulang dan foto-foto. jika kalian ingin ke sana. silakan saja. arah situpatenggang lurus terus sampai ke pinggir jalan yang bertuliskan kawah cibuni. atau Rengganis...
Pulo Aren, 2 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar